Senin, 16 Mei 2011

Argumentasi bisu dan mati

Sama sekali tak terbersit rasa iri hatiku kepadamu
apalagi aku juga tahu bahwa semua ini berangkat
dari cita yang luhur walau hanya terdapat dalam dirimu sahaja
namun rasanya.....

perih hati ini jika Kau kira nyawa ini hanya mainan
meski hidup mereka itu tidak selurus malaikat
namun pantaskah kita menyerap nyawa mereka itu
demi harta,tahta dan wanita

siapakah kita ini?
sehingga seolah-olah merasa mampu
mengubah apa yang mungkin telah menjadi ketentuan-NYA


Ah, sudahlah....
tak ada gunanya kagi mendebatmu
apalagi jika kau anggap bahwa usahamu memanfaatkan
mereka yang tak bersalah apa-apa itu
adalah Jihad nan maha suci

mungkin saja doa-Mu itu dikabulkan olehnya
sebab di tengah dunia yang serba carut marut ini
TUHAN yang terbiasa bebal dan menderita tuli tak akan mungkin
mendengarkan argumenku ini,

apalagi suara kebenaran yang diteriakan di tengah
era konsumtif ini hanya berasal dari seorang manusia biasa
yang tengah terlaknati dan dipaksa menyusuri jalan membelakangi matahari
__________________

Kamar Rumah Sakit Jiwa no 28
oleh : Salvatore Nevide

0 komentar:

Posting Komentar