Kamis, 31 Maret 2011

“Rembulan, Matahari dan Bayangan”

Petikan III dari “Rembulan, Matahari dan Bayangan”

Lima Kecup untuk Masa Silam

bilik-bilik kasih kasip merenggang
asap-asap tak sedap menyusup riang
di celah-celah yang belalak,
sementara pintu-pintu yang celangak
menyambut girang ciprat-ciprat air parit
gelegar guntur gemuruh meruntuh genting

apakah cinta ini ??

oleh my.mus

apakah aku mencitaimu??
apakah kau mencintaiku??
apakah kita saling mencita??
aku tak tahu

angin malam

 oleh my.mus

saat malam tiba....
terbawa angin sejuk degannya....
menghilang kabut putih tebal...

dari langit indonesia

oleh my.mus

sejak kulihat langit itu.
mendung selalu ada
tanpa semua bertemu
dari langit dibawah bumi indonesia
tanpa tanda kelabu
semua menghilang dari debu
..........................

sepi dari hati

oleh my.mus

kutetap berdiri di atas awan....
mentari seakan menghilang
bersama angin terbang
kuning itu menyala terang...

kala


kala irama mendayu
kaya syair merayu
semua nada berseru
bagai gema berderu
tidakkah kau ikuti saja irama itu
lalu kau terjatuh kebiarawan sintu
kedalam hingga tak terlihat
kedalam seakan gelap
mengeliat tak berdaya
jika kau melihat cayaha
terbanglah kau segera
jika kau cium bau
wangi serumpi
ikuti semua wangi-wangi itu
terbang-terbang dan terbang
kau bagai semerbak bunga-bunga zaitun dimalan hari

by my.mus